PROGRAM ZAKAT FITRI BERDAYAKAN UMMAT DARI LAZISMU DIY

smamuh6yogya.sch.id, Yogyakarta – Program Zakat Fitri Berdayakan Ummat merupakan salah satu cara untuk memaksimalkan penghimpunan dan pendayagunaan zakat fitri yang telah terhimpun secara berkelanjutan. Tujuan lain Zakat Fitri Berdayakan Ummat adalah Mentasharufkan zakat fitri secara tepat dan manfaat untuk kemakmuran dan kemandirian ummat, Mendayagunakan zakat fitri untuk meningkatkan taraf hidup keluarga ekonomi lemah menjadi keluarga berdaya dan mandiri, Mengokohkan aqidah, meningkatkan semangat ibadah untuk mewujudkan keluarga sejahtera dan barokah.

Pernyataan tersebut di sampaikan pada acara koordinasi dan penandatanganan kerjasama kepada kepala sekolah penerima program dan Majelis Tabligh PWM DIY, Kamis, 05/6/2020 di Aula PWM DIY.

Acara tersebut dihadiri oleh, Kepala Sekolah penerima manfaat, Pimpinan PWM DIY, Majelis Tabligh PWM DIY, dan Majelis Dikdasmen PWM DIY.

Salah Satu Sekolah Penerima manfaat tersebut adalah SMA MUHAMMADIYAH 6 Yogyakarta

di kutip dari laman www.lazismudiy.or.id Program penyaluran Zakat Fitri Berdayakan Ummat pada tahun ini akan fokus menyasar Guru dan Mubaligh se-DIY sebagai penerima manfaat. Untuk guru atau karyawan SD/SMP/SMA se-DIY sederajat sebanyak 60 penerima sedangkan untuk mubaligh ada 10 penerima.

“Penerima program ini menjadi program peduli guru yang menjadi program Lazismu nasional yang juga terdampak covid-19. selain itu bahwa guru/karyawan tersebut berpenghasilan rendah di bawah kebutuhan wajar keluarga tiap bulan, Mubaligh/Guru/Karyawan tersebut penopang utama keluarga, dan untuk guru belum mendapatkan tunjangan sertifikasi.

Para penerima manfaat ini akan menrima beras dari program zakat fitri setiap bulannya sampai bulan ramdhan 1442 H, antara 5-10 kg dengan didasarkan kepada jumlah keluarga tanggungan.

Selain menerima beras, selanjutnya penerima juga akan di assessment potensinya untuk pemberdayaan  menjadi keluarga kuat dan mandiri dengan program usaha keluarga mandiri Lazismu DIY yang bekerjasama dengan Majelis dan Lembaga PWM terkait.Sehingga harapanya dua sampai tiga tahun kedepan dengan pemberdayaan yang dilakukan bersama ini bisa menjadi keluarga mandiri sehingga dari mustahiq menjadi muzaki.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *